slide_3

Sumber: http://slideplayer.info/slide/3050429/

Satu dari beberapa hal yang harus menjadi perhatian seluruh kalangan di dunia pendidikan adalah bagaimana agar upaya pengembangan ranah afektif dan psikomotorik dalam rangka membentuk sikap, cara pandang, dan mental ilmiah disamping mengasah dan meningkatkan keterampilan ilmiah siswa dapat diimplementasikan secara riil dalam proses pembelajaran.

Secara teknis, dalam metode pembelajaran inquiry-discovery, penilaian ranah afektif diharapkan dapat diperoleh melalui angket persepsi afektif, demikian halnya penilaian ranah psikomotorik sekiranya dapat diketahui melalui angket persepsi psikomotorik. Adapun aspek kognitif siswa seperti misalnya memberikan tes kuantitatif sebagai prasyarat ketuntasan belajar kadangkala tidak harus diberikan secara paralel dengan penilaian kedua aspek sebelumnya karena penulis melihat bahwasanya dalam pendekatan konvensional pembelajaran terutama dalam pemberian latihan soal-soal dan tugas secara klasikal sudah terlaksana dan mencukupi bagi siswa.

Di sisi lain, pendekatan konvensional yang lebih berpusat pada guru (teacher centered) senyatanya kurang memberikan porsi pengembangan yang memadai dalam mengembangkan ranah afektif dan psikomotorik dan umumnya sangat berfokus untuk mencapai hasil pembelajaran dari satu aspek saja yakni ranah kognitif dengan “mewajibkan” siswa meraih nilai setinggi-tingginya. Oleh sebab itu perlu sekali ditekankan bahwa metode pembelajaran konstruktivistik akan lebih menitikberatkan pada proses dan penemuan pengetahuan, suatu cara agar pengembangan ranah kognitif dapat diimbangi secara simultan dengan pengembangan dua aspek lainnya yakni ranah afektif dan ranah psikomotorik.