Home

Prosedur Metode Pembelajaran Discovery Learning

Leave a comment

Menurut Syah (2004) dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013) dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning di kelas, ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan sebagai berikut:

1. Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)
Pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai kegiatan belajar mengajar dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya.

2. Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah)
Langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau statement yakni pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan.

3. Data Collection (Pengumpulan Data)
Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis. Dengan demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collecting) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

4. Data Processing (Pengolahan Data)
Data processing disebut juga dengan pengkodean (coding)/kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut siswa akan mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatif jawaban/penyelesaian yang perlu mendapat pembuktian secara logis.

5. Verification (Pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing. Pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu kemudian dicek, apakah terjawab atau tidak, apakah terbukti atau tidak.

6. Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.

Bagan alir prosedur aplikasi metode pembelajaran Discovery Learning selengkapnya terdapat pada gambar di bawah ini:bagan alir discovery learning

 

Referensi:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning). https://docs.google.com/document/d/1lY3rKYKB785ddheIO8PzspODRmSpECOnXLnbC1e3VGo/edit?pli=1.

Manfaat Internet bagi Pendidikan

Leave a comment

Manfaat internet tak dapat terpisahkan lagi khususnya di era globalisasi seperti sekarang ini. Tuntutan untuk terus memperbaharui pengetahuan tanpa mengenal batas ruang dan waktu menuntut para pelajar serta guru untuk terus mencari informasi melalui media apa saja salah satunya adalah internet. Bagi anda yang belum tau apa itu internet, disini kami akan memberikan sedikit pengetahuan tentang internet.

Internet merupakan singkatan dari Interconnection Networking. Secara pengertian internet adalah sistem yang secara global menghubungkan seluruh jaringan komputer yang menggunakan standar Internet Protocol Suite sebagai sistem penghubungnya. Internet pertama kali ditemukan pada tahun 1962 oleh seseorang yang bernama J.C.R Licklider -biografi lengkapnya klik di sini – yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Ia mengemukakan bahwa interaksi sosial dapat dilakukan secara global melalui jaringan komputer massal. Konsep ini kemudian dikenal dengan sistem kerja Galactic Network.

Seiring dengan perkembangan zaman koneksi internet semakin maju pesat setelah tahun 1994 dimana jaringan internet telah memiliki 3000 halaman. Dengan banyaknya halaman yang bisa diakses. tentu saja internet sangat berharga bagi perkembangan pendidikan. Untuk itu dalam artikel kali ini, kami akan mencoba untuk memaparkan apa saja manfaat internet bagi pendidikan.

Manfaaat Internet Bagi  Pendidikan

apple macbookJika membicarakan apa saja manfaat internet bagi pendidikan maka akan sangat banyak sekali yang bisa disebutkan. Salah satunya adalah sebagai sumber referensi untuk pembelajaran. Walaupun belum tentu dapat dipercaya keakuratan informasinya, akan tetapi dengan adanya internet , hal ini sangat membantu para pelajar untuk mempermudah mencari referensi belajar.

Sebelum internet ditemukan, para pelajar harus mencari segala sumber belajar dari perpustakaan dengan terlebih dahulu bersusah payah mencari sumber dari beratus-ratus tumpukan buku di perpustakaan. Dan kini setelah ditemukannya internet, pelajar lebih praktis dalam mencari sumber belajarnya. Dengan tersedianya E-book yang bisa didownload gratis di internet, pelajar tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli buku cetak.

Manfaat internet bagi pendidikan yang lainnya adalah memudahkan berlangsungnya komunikasi pemerintah pendidikan pusat dengan daerah. Hal ini tentu saja memudahkan pemerintah pusat untuk mendapatkan data pendidikan dari daerah sehingga akan sangat memudahkan pemerintah untuk mendata kemajuan pendidikan daerah sehingga mereka dapat melakukan evaluasi pendidikan secara cepat dan tepat.

Selain itu manfaat  yang lainnya adalah mempermudah pembelajaran jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan E-learning. Pelajar tak perlu menemui guru mereka dengan cara bertatap muka. Mereka bisa langsung mengakses halaman E-learning sekolah untuk mengkonsultasikan kesulitan dalam belajar. Sistem ini sangat menguntungkan bagi guru dan pelajar karena mereka dapat menghemat waktu tanpa perlu bertemu dan bertatap muka.

Manfaaat Internet Bagi Mahasiswa

Bagi para pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, manfaat Internet bagi pendidikan akan sangat terasa karena internet juga bisa menjadi pusat informasi yang lengkap. Universitas di luar negeri biasanya memberikan pengumuman beasiswa melalui official webnya. Pelajar cukup mengakses alamat web untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dilengkapi tanpa harus repot-repot pergi ke luar negeri hanya untuk mendaftar kuliah disana.

Para pelajar juga akan sangat diuntungkan dengan adanya email atau elektronik mail. Pelajar dan mahasiswa bisa berbagi file secara aman dengan mengirim atau mendownload file tugas yang diberikan oleh dosen maupun guru. Dan akhirnya manfaat internet bagi pendidikan akan lebih terasa lagi ketika para pelajar ataupun mahasiswa hendak melihat nilai akademiknya. Cukup membuka halaman web kampus atau sekolah, hasil nilaipun bisa langsung dilihat tanpa harus repot mengurus ke sekolah atau kampus yang bersangkutan.

Demikianlah informasi tentang manfaat internet  khususnya di bidang pendidikan. Kami berharap informasi tersebut akan menjadi tambahan pengetahuan anda tentang manfaat internet bagi pendidikan.

Sumber: http://manfaatinternet.net/manfaat-internet-2/manfaat-internet-bagi-pendidikan

UNESCO: TIK dalam Pendidikan

Leave a comment

unescoPemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan diyakini telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan TIK akan membuka dan menyediakan akses seluas-luasnya di bidang pendidikan, kesetaraan pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Disamping itu, pemanfaatan TIK akan mendorong peningkatan profesionalisme tenaga pengajar serta tumbuh kembangnya manajemen, tata kelola dan administrasi pendidikan yang lebih baik, bermutu dan efisien.

UNESCO sebagai institusi resmi di bawah United Nations (PBB) yang menangani bidang pendidikan dan kebudayaan  menyadari akan pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) didalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, UNESCO telah secara aktif merespon tantangan dan persoalan dunia pendidikan, dengan mengambil model pendekatan holistik dan komprehensif yaitu memperkenalkan aplikasi dan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dunia pendidikan ke seluruh negara di dunia.

Persoalan utama sekaligus tantangan global terkait pemanfaatan TIK dalam mendukung kemajuan pendidikan menurut UNESCO saat ini adalah: (1) peningkatan aksesibilitas pendidikan, (2) peningkatan kualitas pendidikan serta (3) sangat minimnya pemanfaatan TIK dalam pendidikan. Untuk menjawab ketiga persoalan tersebut, UNESCO telah menginisiasi dan mendesain sebuah platform program aksesibilitas dan pemanfaatan TIK di bidang pendidikan yang bersifat lintas sektoral dan berfokus pada isu-isu pendidikan, bekerjasama dengan tiga sektor lainnya yakni: komunikasi dan informasi, pendidikan, dan science/sains.

unesco kids hanging phoneKantor, institusi, dan mitra kerja UNESCO’s global network telah mempersiapkan dan menyediakan layanan sumberdaya (resources) bagi negara-negara anggota yang dimaksudkan sebagai wahana elaborasi dan sharing pemanfaatan TIK dalam kebijakan, strategi, dan aktivitas pendidikan.

Untuk membantu efektifitas program ini, UNESCO mendirikan UNESCO Institute for Information Technologies in Education (IITE) yang berpusat di Moskow (Rusia). UNESCO IITE adalah sebuah lembaga kajian pemanfaatan TIK dalam pendidikan berskala internasional yang mengkhususkan diri dalam pertukaran informasi, penelitian, dan pelatihan integrasi TIK dalam pendidikan.

Di tempat yang lain, kantor perwakilan UNESCO di Bangkok (Thailand) yang membawahi wilayah kerja Asia dan negara-negara di Samudera Pasifik, selama beberapa tahun terakhir telah melibatkan diri secara penuh dalam berbagai kegiatan dan upaya-upaya sistematis mendorong pemanfaatan TIK di bidang pendidikan di negara-negara yang bersangkutan.

Kunjungi website UNESCO: http://unesco.org/new/en/unesco/themes/icts/