Home

Peran Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah jabatan pemimpin yang tidak bisa diisi oleh orang tanpa didasarkan atas pertimbangan. Siapa pun yang akan diangkat menjadi kepala sekolah harus ditentukan melalui prosedur serta persyaratan tertentu seperti latar belakang pendidikan, pengalaman, usia, pangkat dan integritas. Oleh sebab itu, kepala sekolah pada hakikatnya adalah pejabat formal sebab pengangkatannya melalui suatu proses dan prosedur yang didasarkan atas peraturan yang berlaku.

Secara sistem, jabatan kepala sekolah sebagai pejabat atau pemimpin formal dapat diuraikan melalui berbagai pendekatan yakni pengangkatan, pembinaan, dan tanggung jawab. Sebagai pejabat formal, pengangkatan seseorang menjadi kepala sekolah harus didasarkan atas prosedur dan peraturan yang berlaku. Prosedur dan peraturan tersebut dirancang dan ditentukan oleh suatu unit yang bertanggung jawab dalam bidang sumberdaya manusia yakni Depdiknas. Dalam hal ini Kepala sekolah mendapat tanggung jawab kepemimpinan sebagai pengelola dan penyelenggara organisasi sekolah.

Kepala sekolah tidak hanya sekedar posisi jabatan tetapi suatu karir profesi (Rebore, 1985). Karir profesi yang dimaksud adalah suatu posisi jabatan yang menuntut keahlian untuk melaksanakan kewajiban dan tugas-tugasnya secara efektif. Dalam menunaikan tugasnya kepala sekolah bisa berperan sebagai administrator dan sebagai supervisor (Mantja, 2002). Sebagai supervisor, kepala sekolah bertanggung jawab dalam melakukan upaya perbaikan pengajaran di sekolahnya (Marks dkk. 1985, Harris, 1985, dan Alfonso dkk. 1981). Dalam pendapat Lovell dan Wiles (1983 : 201) dinyatakan “seorang kepala sekolah dapat mengambil peran utama dalam penajaman guna meningkatkan instruksi”. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Croft (1968 : 162), “tanggung jawab utama kepala sekolah adalah supervisi”.

Berdasarkan uraian di atas, peran kepala sekolah seharusnya dilaksanakan dengan berpedoman kepada tujuh peran pokok kepala sekolah sbb:

  1. Sebagai Edukator

Kepala sekolah sebagai edukator menciptakan sekolah yang kondusif, memberikan pembinaan kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada tenaga kependidikan serta melaksanakan pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas rata-rata. Di samping itu kepala sekolah berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini pengalaman akan sangat mendukung terbentuknya pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, wakil kepala sekolah atau anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjaannya, demikian pula halnya pelatihan dan penataran yang diikuti juga sedikit banyak membentuk karakter pendidik seorang kepala sekolah.

  1. Sebagai Manajer

Kepala sekolah memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan baik, yang diwujudkan dalam kemampuan menyusun program, organisasi personalia, memberdayakan tenaga kependidikan dan mendayagunakan sumber daya sekolah secara optimal. Selain itu, kepala sekolah mau dan mampu mendayagunakan sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi, misi dan mencapai tujuannya. Kepala sekolah mampu menghadapi berbagai persoalan sekolah, berpikir analitik, konseptual, harus senantiasa berusaha menjadi penengah dalam memecahkan berbagai masalah dan mengambil keputusan yang memuaskan semua pihak disamping yang tidak kalah penting adalah memberikan peluang kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya.

  1. Sebagai Administrator

Dalam berbagai kegiatan administrasi, maka membuat perencanaan mutlak diperlukan. Perencanaan yang akan dibuat oleh kepala sekolah bergantung pada berbagai faktor diantaranya banyaknya sumber daya manusia yang dimiliki, dana yang tersedia dan jangka waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rencana tersebut. Kepala sekolah perlu memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi kearsipan, administrasi keuangan, penataan struktur organisasi, serta mengatur kepegawaian sekolah.

  1. Sebagai Supervisor

Sebagai supervisor, Kepala sekolah dituntut punya dua kapabilitas sekaligus, yaitu penguasaan terhadap model-model pembelajaran dan cara-cara memberikan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan dalam menerapkan model pembelajaran. penguasaan terhadap model pembelajaran sangat diperlukan, karena hanya dengan cara demikianlah ia akan mampu memberikan masukan terhadap aspek substantif yang dibutuhkan oleh guru terkait model pembelajaran. pengusaan terhadap cara-cara memberikan supervisi sangat diperlukan, karena hal tersebut terkait dengan aspek psikologis guru yang mendapatkan bantuan dari kepala sekolah selaku supervisor. Disamping itu, pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih cermat melaksanakan pekerjaannya. Kepala sekolah selaku supervisor perlu memperhatikan prinsip-prinsip (1) hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hirarkis, (2) dilaksanakan secara demokratis, (3) berpusat pada tenaga kependidikan (4) dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan, (5) merupakan bantuan profesional.

  1. Sebagai Leader

Kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan dan kemampuan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah dan mendelegasikan tugas. Dalam implementasinya, kepala sekolah sebagai pemimpin dapat dianalisis dari tiga gaya kepemimpinan, yakni demokratis, otoriter dan bebas. Ketiga gaya tersebut sering dimiliki secara bersamaan oleh seorang pemimpin sehingga dalam melaksanakan kepemimpinannya gaya-gaya tersebut muncul secara situasional, tidaklah mengherankan karena menjadi kepala sekolah dituntut untuk selalu bisa menempatkan diri dan menjadi penengah dari semua pihak maka dari itu sudah sewajarnya memerlukan kelenturan sikap dan perilaku, namun tetap tegas berwibawa.

  1. Sebagai Inovator

Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari, menemukan dan melaksanakan berbagai pembaruan di sekolah. Peranan dan fungsinya sebagai inovator, kepala sekolah perlu memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepada tenaga kependidikan dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif. Kepala sekolah sebagai inovator dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan akan tercermin dari cara melakukan pekerjaan secara konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional, objektif, pragmatis, keteladanan, disiplin, adaptif dan fleksibel.

  1. Sebagai Motivator

Kepala sekolah memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan tugas berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, suasana kerja, disiplin , dorongan, penghargaan secara efektif, dan penyediaan berbagai sumber belajar. Dorongan dan penghargaan merupakn sua sumber motovasi yang efektif diterapkan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai motivator harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: