Home

Isaac Newton (1642 – 1727)

NewtonSir Isaac Newton was born in the county of Lincolnshire, England in 1642. His father died just months before he was born, and when he was three years old, his mother left him in the care of his grandmother. Isaac was always a top student, and went off to the University of Cambridge at age 19. While at Cambridge, Newton was influenced by the writings of Galileo, Nicholas Copernicus, and Johannes Kepler. By 1665, Newton began developing a mathematical theory that would lead to the development of calculus, one of the fundamental branches of mathematics. Newton would go on to discover other important math theories such as Newton’s Identities, and Newton’s Method.

Sir Isaac Newton lahir di Lincolnshire, Inggris pada tahun 1642. Ayahnya meninggal dunia beberapa bulan sebelum Newton lahir. Pada usia 3 tahun, ibu Newton pergi meninggalkannya dan Newton hidup bersama neneknya. Isaac adalah seorang murid yang pintar, beliau diterima di Universitas Cambridge pada usia 19 tahun. Selama menempuh kuliah di Cambridge, Newton mempelajari sejumlah tulisan ilmiah dari Galileo, Nicolaus Copernicus dan Johannes Kepler, dan lambat laun menjadi terpengaruh oleh tulisan-tulisan tersebut. Pada tahun 1665, Newton mulai mengembangkan suatu teori matematis yang menjadi awal dari kalkulus, salah satu cabang matematika yang paling fundamental. Newton juga menemukan teori matematika penting lainnya seperti teori Identitas Newton dan Metode Newton.

In 1670, Newton moved on to the study of optics and developed theories relating to the composition of white light and the spectrum of colors. In one of his famous experiments, he refracted white light with a prism, resolving it into its constituent colors: red, orange, yellow, green, blue, and violet. As a result of his experiments, he developed Newton’s Theory of Color, which claimed that objects appear certain colors because they absorb and reflect different amounts of light. Newton was the first scientist to maintain that color was determined solely by light, and his findings created much controversy. Most scientists thought that prisms colored light. Nevertheless, Newton then created the world’s first color wheel, which arranged different colors around the circumference of a circle. He is also credited as the first scientist to explain the formation of a rainbow – from water droplets dispersed in the atmosphere.

Pada tahun 1670, Newton beralih mempelajari optika dan mengembangkan teori yang berkaitan dengan komposisi cahaya putih dan spektrum warna. Dalam salah satu percobaan ilmiah yang terkenal, beliau memantulkan seberkas cahaya putih dengan menggunakan prisma, sehingga menguraikan cahaya putih tersebut kedalam warna-warna penyusunnya: merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu. Dengan mendasarkan pada hasil percobaan tsb, Newton mengembangkan teorinya tentang warna, yang menyatakan bahwa sebuah benda menampilkan warna tertentu karena menyerap dan memantulkan cahaya dalam jumlah yang berbeda. Newton adalah ilmuwan pertama yang menunjukkan bahwa warna ditentukan hanya oleh cahaya, dan penemuannya ini menimbulkan beragam kontroversi. Sebagian besar ilmuwan pada waktu itu menyangka bahwa warna cahaya ditentukan oleh prisma. Terlepas dari kontroversi yang terjadi, Newton menciptakan “roda warna” pertama di dunia, dimana beliau membuat pengelompokan berbagai warna dalam sebuah bagan berbentuk lingkaran. Beliau juga dikenal sebagai ilmuwan pertama yang menjelaskan fenomena susunan pelangi, – yaitu fenomena susunan warna-warni di langit yang berasal dari titik-titik air hujan yang terdispersi (tersebar) karena pengaruh atmosfer.

In 1679, Newton continued his work on gravitation and its effects on the planets. In 1687, he published Philosophiae Naturalis Principia Mathematica. In this landmark work, Newton explained his three laws of motion, which included his theory on gravity. According to Newton, gravity is the reason that objects fall to the ground when dropped. Moreover, gravity is the reason why planets orbit the sun, while moons orbit planets, and why ocean tides exist. Newton’s theories remain among the most important concepts in the history of science. There is some evidence that Newton’s ideas concerning gravity were inspired by apples falling from trees. There is no evidence to suggest, however, that any of the apples hit him in the head (as cartoons and fables suggest). Below are Newton’s three laws of motion:Newton’s First Law ( Law of Inertia) states that an object at rest tends to stay at rest and that an object in uniform motion tends to stay in uniform motion unless acted upon by an external force.Newton’s Second Law states that an applied force on an object equals the time rate of change of its momentum. Newton’s Third Law states that for every action there is an equal and opposite reaction.

Pada tahun 1679, Newton melanjutkan penelitian mengenai gravitasi dan efek dari gravitasi terhadap planet. Pada tahun 1687, beliau mempublikasikan Philosophiae Naturalis Principia Mathematica. Dalam karya yang monumental ini, dijelaskan tiga hukum tentang gerak, termasuk gravitasi. Menurut Newton, gravitasi adalah alasan mengapa benda bergerak ke bawah ketika dijatuhkan. Lebih lanjut diterangkan bahwa, gravitasi adalah penyebab planet bergerak mengitari matahari, sementara bulan mengelilingi planet, dan mengapa terdapat pasang surut air laut. Teori Newton ini hingga sekarang, merupakan salah satu konsep terpenting dalam sejarah sains. Ada beberapa bukti bahwa ide Newton mengenai gravitasi terinspirasi dari buah apel yang jatuh dari pohon. Namun demikian, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa buah apel tersebut jatuh mengenai kepala Newton (seperti yang kerap dijumpai dalam gambar karikatur atau cerita legenda).

Berikut adalah penjelasan sekilas mengenai tiga Hukum Newton tentang gerak: Hukum I Newton (Hukum Kelembamam) menyatakan bahwa sebuah benda diam cenderung akan tetap diam, dan sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan tetap cenderung akan tetap bergerak dengan kecepatan yang sama, sampai ada gaya yang menghentikan atau mempercepat. Hukum II Newton menyatakan bahwa gaya yang diberikan terhadap sebuah benda sebanding dengan tingkatan waktu perubahan momentum benda tsb. Hukum III  Newton menyatakan bahwa setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sebanding dan berlawanan arah.

Following the publication of his work, Newton became instantly famous throughout Europe. In the later years of his life he wrote several articles on interpretation of the bible. He was also appointed a member of the British Parliament and spent many years reforming the Royal Mint (coin making agency of Parliament). He died on March 20, 1727.

Seiring dengan publikasi karya-karyanya, Newton menjadi terkenal di seantero Benua Eropa. Di masa-masa akhir kehidupannya, beliau menulis beberapa artikel mengenai penafsiran atas Bible. Beliau juga ditunjuk sebagai anggota Parlemen Inggris dan selama bertahun-tahun mereformasi Royal Mint (Badan pembuat uang koin yang dibentuk oleh Parlemen untuk Kerajaan Inggris Raya). Newton meninggal dunia pada tanggal 20 Maret 1727.

Source : http://mrnussbaum.com/pioneers/isaac_newton/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: