Home

Galileo Galilei (1564 – 1642)

GalileoGalileiGalileo Galilei was born on February 15, 1564 in Pisa. Galileo was an Italian physicist, mathematician, astronomer, philosopher, and flautist who played a vital role in the Scientific Revolution. This great man was the first to use a refracting telescope to make imperative astronomical discoveries. His accomplishments also include improvements to the telescope and support for Copernicanism. No doubt for this reason Galileo has been called the “father of modern observational astronomy, “father of modern physics,” and “the Father of Modern Science.” In praise of Galileo Stephen hawking said “Galileo, perhaps more than any other single person, was responsible for the birth of modern science.

Galileo Galilei lahir pada tanggal 15 Februari 1564 di Pisa. Galileo adalah seorang fisikawan, ahli matematika, astronomer, filosof, dan pemain seruling berkebangsaan Italia. Beliau berperan sangat penting dalam Revolusi Ilmiah (Scientific Revolution). Beliau adalah orang pertama yang menggunakan teleskop jenis refraktif dan dengan memanfaatkan teleskop ini beliau menghasilkan berbagai penemuan penting di bidang astronomi. Pencapaiannya termasuk mengembangkan teknik pembuatan teleskop yang lebih maju dan juga sebagai salah seorang pendukung utama teori Heliosentris Copernicus.

Tidak diragukan lagi, pencapaian dan karya-karya Galileo di bidang sains menjadikan Galileo sering disebut sebagai “Bapak astronomi observasi”, “Bapak fisika modern”, dan “Bapak Sains Modern”. Stephen Hawking sekali waktu pernah memuji Galileo dengan komentarnya “Galileo, barangkali melebihi siapapun, adalah orang yang paling bertanggung jawab akan lahirnya ilmu pengetahuan/sains modern”.

Galileo started his career with the motion of uniformly accelerated objects, taught in nearly all high school and introductory college physics courses, as the subject of kinematics. Further coming to Galileo’s career path and his immense learning, in 1609 Galileo learned about the invention of the telescope in Holland. From the barest description he constructed a vastly superior model with his efficient observation.

Galileo memulai karir di kancah ilmiah dengan melakukan penelitian mengenai gerak benda yang berakselerasi secara serempak (uniformly). Penelitian Galileo ini kemudian diajarkan di hampir seluruh SMA dan dijadikan sebagai materi pengantar dalam mata kuliah kinematika (salah satu cabang mekanika yang mempelajari gerak benda tanpa meninjau gaya penyebabnya). Selanjutnya, sesuatu yang lebih besar terjadi dalam perjalanan karir Galileo yang dikenal memiliki keinginan belajar yang sangat kuat itu. Pada tahun 1609 Galileo mempelajari penemuan ilmiah baru yang sedang berlangsung di negeri Belanda, yaitu teleskop. Berkat ketekunan mempelajari berbagai model teleskop sederhana, beliau mampu menciptakan teleskop yang jauh lebih handal dengan kemampuan pengamatan yang lebih baik dan efisien.

As a professor of astronomy at University of Pisa, Galileo was required to teach the conventional theory of his time that the sun and all the planets revolved around the Earth. Later at University of Padua he was exposed to a new theory, proposed by Nicolaus Copernicus, that the Earth and all the other planets revolved around the sun. Galileo’s observations with his new telescope convinced him of the truth of Copernicus’s sun-centered or heliocentric theory. Galileo’s support for the heliocentric theory got him into trouble with the Roman Catholic Church in 1615. In February 1616, although he had been cleared of any offence, the Catholic Church nevertheless condemned heliocentrism as “false and contrary to Scripture”, and Galileo was warned to abandon his support for it which he promised to do. When he later defended his views in his most famous work, Dialogue Concerning the Two Chief World Systems, published in 1632, he was tried by the Inquisition, found “vehemently suspect of heresy,” forced to recant, and spent the rest of his life under house arrest. In 1633 the Inquisition convicted him of heresy and forced him to recant (publicly withdraw) his support of Copernicus.

Sebagai Professor Astronomi di Universitas Pisa, Galileo diwajibkan mengajarkan kepada mahasiswanya, teori konvensional yang telah menjadi kesepakatan ilmiah pada waktu itu yaitu bahwa matahari dan seluruh planet bergerak mengitari Bumi. Di Universitas Padua beliau berkenalan dengan sebuah teori baru yang diajukan oleh Nicolaus Copernicus. Teori tsb menyatakan bahwa Bumi dan seluruh planet bergerak mengitari Matahari. Pengamatan Galileo menggunakan teleskop buatan sendiri -teleskop paling akurat pada jamannya-, meyakinkan beliau akan kebenaran teori Matahari sebagai pusat tata surya (Heliosentris) sebagaimana usulan Copernicus.

Dukungan Galileo terhadap teori Heliosentris yang masih baru menimbulkan permasalahan dengan pihak Gereja Katolik Roma dan ini terjadi pada tahun 1615. Pada tahun 1616, meski beliau telah terbebas dari segala dakwaan, Gereja Katolik Roma bagaimanapun mengutuk teori Heliosentris sebagai “salah dan bertentangan dengan Kitab Suci”. Galileo sendiri diperingatkan untuk menarik kembali dukungan terhadap teori Heliosentris, dan Galileo “berjanji” akan mematuhi hal tsb. Ketika kemudian Galileo kembali mempertahankan pandangan ilmiahnya mengenai teori Heliosentris yang dituangkan dalam karyanya yang paling terkenal “Dialogue Concerning The Two Chief World Systems” (“Dialog Mengenai Dua Sistem Penting Dunia”) diterbitkan pada tahun 1632beliau langsung diadili oleh Pengadilan Inkuisisi bentukan Gereja Katolik Roma. Beliau dinyatakan bersalah “telah secara nyata melakukan pelecehan agama”, dipaksa mengakui kesalahannya di depan umum dan diancam hukuman penjara seumur hidup. Pada tahun 1633, Pengadilan Inkuisisi secara meyakinkan memutuskan bahwa Galileo telah melakukan perbuatan melecehkan agama, -si pembuat bidah- dan memaksa Galileo untuk mengumumkan di depan publik, penarikan dirinya dari mendukung teori Heliosentris.

They sentenced him to life imprisonment, but because of his advanced age allowed him serve his term under house arrest at his villa in Arcetri outside of Florence. Galileo also worked in applied science and technology, inventing an improved military compass and other instruments.

Pengadilan Inkuisisi akhirnya menjatuhi hukuman penjara bagi Galileo, namun karena usia yang sudah tua, pihak pengadilan memperbolehkan Galileo dipenjara di rumahnya sendiri, sebuah villa kecil di Arcetri, di pinggiran kota Florence. Selain minatnya yang besar terhadap sains, Galileo juga dikenal menekuni bidang sains dan teknologi terapan. Beliau menciptakan kompas militer yang lebih canggih dan instrumen-instrumen lainnya.

Therefore his originality as a scientist lay in his method of inquiry. First he reduced problems to a simple set of terms on the basis of everyday experience and common-sense logic. Then he analyzed and resolved them according to simple mathematical descriptions. The success with which he applied this technique to the analysis of motion opened the way for modern mathematical and experimental physics. Isaac Newton used one of Galileo’s mathematical descriptions, “The Law of Inertia,” as the foundation for his “First Law of Motion”.

Orisinalitas Galileo sebagai seorang ilmuwan terletak pada metode penemuan (inquiry method) yang telah beliau tunjukkan. Langkah pertama, beliau mereduksi atau menyederhanakan berbagai problem ke dalam istilah-istilah sederhana yang dapat ditemui dalam pengalaman sehari-hari berikut logika umum (common-sense logic) yang biasa dipakai oleh masyarakat. Kemudian beliau menganalisis dan memecahkan problem tersebut menggunakan uraian matematis sederhana. Metode ini diterapkan dengan sangat baik oleh Galileo dalam analisisnya tentang gerak, dan hal tersebut telah membuka pintu gerbang menuju fisika eksperimental matematis modern. Isaac Newton menggunakan salah satu deskripsi matematis dari Galileo yakni “The Law of Inertia” atau “Hukum Kelembaman”, sebagai dasar dari “Hukum I Newton tentang Gerak”.

Galileo became blind at the age of 72. His blindness has often been attributed to damage done to his eyes by telescopic observations he made. The truth is he was blinded by a combination of cataracts and glaucoma. Galileo died at Arcetri in 1642, the year Isaac Newton was born leaving behind his resourceful creations.

Galileo mengalami buta kedua mata di usia 72 tahun. Kebutaan ini sering dikaitkan dengan kerusakan mata akibat pengamatan menggunakan teleskop.  Yang terjadi sesungguhnya adalah, kebutaan beliau disebabkan oleh kombinasi antara penyakit katarak dan glaukoma. Galileo meninggal dunia di Arcetri pada tahun 1642, tahun dimana Isaac Newton dilahirkan. Galileo meninggalkan bagi ilmu pengetahuan, penemuan-penemuannya yang sangat berharga.

Source: famousscientists.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: