Home

Aplikasi SMILE

Leave a comment

Kim & Buckner (2013) dalam penelitiannya melakukan uji coba pengembangan metode pembelajaran konstruktivistik Inquiry Learning berbasis aplikasi dan konektivitas perangkat mobile. Desain pembelajaran ini dinamakan sebagai Stanford Mobile Inquiry-based Learning Environment (SMILE). Skema pembelajaran Inquiry-based dengan mobile learning environment yang dirancang oleh Kim & Buckner dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

SMILE

Skema Jaringan ad-hoc SMILE (Sumber: Kim & Buckner, 2013)

SMILE memadukan antara aplikasi mobile learning dimana siswa mengajukan dan me rating pertanyaan pada materi pembelajaran sains, yang dipadukan dengan aplikasi pengelola aktivitas yang digunakan oleh guru untuk mengelola pembelajaran mobile (sebagai administrator jaringan). SMILE terdiri dari dua unsur utama yaitu: aplikasi mobile (Junction Quiz) dan aplikasi pengelola aktivitas (Activity Management Application). Aplikasi Junction Quiz didesain menggunakan platform Android versi 2.2 dan dapat diinstal pada seluruh perangkat nirkabel berbasis Android. Baik perangkat telpon genggam yang terinstal Junction Quiz dan aplikasi pengelola aktivitas, terhubung ke jaringan ad-hoc untuk menghasilkan konektivitas lokal sementara antar perangkat mobile menggunakan router jaringan nirkabel sehingga terbentuk lingkungan pembelajaran berbasis mobile yang saling terkoneksi (interconnected).

Selanjutnya Kim et al. (2015) menerapkan desain pembelajaran SMILE tersebut di atas dalam sebuah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki persepsi dan penerimaan siswa terhadap media pembelajaran SMILE. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar siswa puas dengan performa dan kemampuan aplikasi SMILE dalam mendukung pembelajaran. Siswa senang ketika membuat pertanyaan terbuka (open-ended question), lalu mengajukan pertanyaan tersebut ke teman-temannya. Siswa merasakan bahwa pembelajaran dengan SMILE telah membantu memahami lebih dalam materi pelajaran. Penelitian juga mendapati bahwa siswa memperlihatkan kemampuan yang baik dalam mengajukan pertanyaan yang relevan dengan materi pelajaran dengan tingkat variasi kompleksitas mengacu pada Taksonomi Bloom.

Referensi:

Kim, Paul & Buckner, Elizabeth. 2013. Integrating Technology and Pedagogy for Inquiry-based Learning: The Stanford Mobile Inquiry-based Learning Environment (SMILE). https://elizabethbuckner.files.wordpress.com/2012/01/10-1007_s11125-013-9269-7.pdf.

Kim, Paul, et al. 2015. Stanford Mobile Inquiry-based Learning Environment (SMILE):Using Mobile Phones to Promote Student Inquiries in the Elementary School. Palo Alto, California: Seeds of Empowerment dan School of Education, Stanford University.
https://gse-it.stanford.edu/sites/default/files/worldcomp11_SMILE.pdf

Advertisements

Perangkat Mobile sebagai Media Pembelajaran

Leave a comment

Perangkat mobile (mobile device) telah semakin mudah dijumpai dimanapun (ubiquitous) di berbagai belahan dunia. Dengan kemampuan komputasi portable di tangan siapa saja, tiba waktunya kini memanfaatkan perangkat mobile di bidang pendidikan. Di sisi lain, pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK dalam skala global telah melewati proses yang cukup panjang dengan berbagai hasilnya.

Dalam konteks tersebut di atas, perangkat mobile adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar media pembelajaran berbasis TIK (Goundar, 2011). Ketersediaan jaringan mobile dan persebarannya di negara-negara berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Saat ini 68% jaringan mobile telah terinstalasi di seluruh negara berkembang dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 10% per tahun (ITU dalam Goundar, 2011).

Menurut Goundar, pertumbuhan jaringan mobile yang pesat seperti dikemukakan di atas, seharusnya dapat diikuti dengan peningkatan pemanfatan media pembelajaran berbasis perangkat mobile. Pengajaran dan pembelajaran harus dapat diselenggarakan dimana saja dan kapan saja guru dan peserta didik siap. Dengan dukungan fleksibilitas perangkat mobile, pencanangan target pendidikan untuk semua (getting everyone educated) menjadi semakin terbuka peluang ke arah sana ketika kendala waktu dan tempat dalam proses penyelenggaraan pendidikan telah teratasi.

Dixon & Tierney (2012) dalam Stavert (2013) telah menyusun diagram taksonomi kemampuan komputasi beberapa jenis perangkat mobile media pembelajaran yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Computer Taxonomy

Taksonomi Kemampuan Komputasi Perangkat Mobile
(Sumber: Dixon & Tierney, 2012; dalam Stavert, 2013)

Memperhatikan taksonomi di atas, dapat disimpulkan bahwa perangkat mobile jenis tablet PC, juga populer dengan istilah slate, yang dilengkapi dengan pena digital (stylus) memiliki potensi kemampuan komputasi yang paling baik guna mendukung pembelajaran dibanding perangkat mobile lainnya dalam hal: kemampuan menulis note menggunakan pena digital, memberikan pengalaman pembelajaran remote (jarak jauh) yang intuitif dan alamiah, menampilkan peta konsep, membuat prototype dan menampilkan visualisasi berpikir kompleks secara cepat, mudah, dan jelas.

Referensi:

Goundar, Sam. 2011. What is the Potential Impact of Using Mobile Devices in Education? Proceedings of SIG GlobDev Fourth Annual Workshop, Shanghai, China. 3 Desember, 2011.

Stavert, Bruce. 2013. Bring Your Own Device (BYOD) in Schools. Literature Review. New South Wales: Department of Education and Communities, T4L Program – Information Technology Directorate.

Graphical Analysis App

Leave a comment

Software Logger Pro menyediakan fitur data sharing. Melalui fitur ini guru dan siswa dapat mengumpulkan, menganalisis dan sharing data secara nirkabel dari data sharing source ke berbagai perangkat yang terintegrasi dengan aplikasi pendukung data sharing. Dengan adanya data sharing setiap siswa dapat menerima salinan data secara nirkabel. Guru dapat melakukan sharing data hasil percobaan yang baru saja dipraktikkan di depan kelas seketika itu juga (Vernier, 2016).

Data sharing memiliki beberapa keunggulan, diantaranya data diperoleh secara real-time, selain itu dalam pembelajaran hanya diperlukan satu apparatus eksperimen saja. Hal ini dari segi waktu sangat efisien dalam mengadakan dan merangkai alat. Implementasi desain pembelajaran dengan teknologi data sharing mengaplikasikan berbagai software dan hardware yang saling terhubung dan terintegrasi.

Graphical Analysis adalah aplikasi data sharing buatan Vernier Software & Technology yang ditujukan khusus bagi pengguna perangkat mobile. Adapun perangkat mobile yang mendukung Grapichal Analysis App antara lain adalah iPad, iPhone, iPod touch, tablet dan smartphone berbasis Android. Graphical Analysis dapat diunduh secara gratis di App Store untuk perangkat dengan sistem operasi iOS dan Google Play untuk perangkat dengan sistem operasi Android. Dengan ukuran file sekitar 19,73 MB pada perangkat Android, menjadikan aplikasi ini cukup ringkas (compact), mudah diunduh dan diinstal, dan tidak banyak memakan memory RAM. Saat membuka aplikasi pertama kali, akan tampil halaman muka aplikasi sebagaimana gambar di bawah ini:

screenshot.ga-ipad._home._v2.0.001.894.654

Sumber: http://www.vernier.com/products/software/ga-app/?search=graphical%20analysis&category=autosuggest

Graphical Analysis dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai media pembelajaran berbasis aplikasi mobile yang memiliki kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data secara mobile (mobile data logging) pada berbagai perangkat mobile yang mendukung data logging dan data sharing. Data eksperimen yang telah di logging oleh data sharing source selanjutnya di sharing ke perangkat mobile milik siswa untuk dianalisis lebih lanjut. Graphical Analysis mampu menampilkan grafik dan menganalisis data yang berasal dari sensor nirkabel, data sharing, entry manual, maupun sensor bawaan (built-in sensors) semisal accelerometer yang biasanya disertakan pada smartphone Android. Berbagai fitur dan option select source pada Graphical Analysis App dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

screenshot.ga-ipad._select-source._v2.0.001.894.654

Sumber: http://www.vernier.com/products/software/ga-app/?search=graphical%20analysis&category=autosuggest

screenshot.ga-app._android._nexus-7._tablet._quick-tips.001.894.559

Sumber: http://www.vernier.com/products/software/ga-app/?search=graphical%20analysis&category=autosuggest

Aplikasi dapat dioptimalkan fungsinya sebagai tools untuk mengumpulkan (logging) dan sharing data menggunakan berbagai macam interface dan sensor nirkabel langsung dari perangkat mobile. Penggunaan perangkat mobile sangat menguntungkan dari segi waktu dan tempat karena sifatnya yang mudah dibawa dan digunakan dimana saja. Di sisi lain, hal ini dipandang cukup efektif dan efisien dalam mengatasi kendala keterbatasan peralatan eksperimen yang biasanya menjadi kendala utama di sekolah-sekolah. Kemudahan lainnya adalah, karena aplikasi ini berbasis perangkat mobile maka dalam interaksinya peserta didik semakin dimudahkan dalam memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan aplikasi lewat layar sentuh pada perangkat mobile.

Dengan melaksanakan aktivitas pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi dan aplikasi mobile seperti digambarkan di atas, peserta didik diantaranya belajar bagaimana menyisipkan catatan penting pada data eksperimen (annotate the data), fitting kurva, dan menganalisis data statistik hasil eksperimen dengan tujuan membangun pemahaman berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Graphical Analysis App memfasilitasi peserta didik memahami mata pelajaran berdasarkan data dan grafik eksperimental secara real-time. Hal tersebut sekaligus juga dapat dijadikan sebagai metode untuk membantu peserta didik meningkatkan kualitas pekerjaan rumah (PR) atau laporan hasil eksperimen mereka (Vernier, 2016).

Graphical Analysis App menawarkan berbagai fitur yang lengkap dan mendukung pembelajaran mobile sebagai berikut (Vernier, 2016):

1.Menampilkan satu atau dua grafik secara simultan (untuk perangkat dengan sistem operasi iOS mampu menampilkan sampai dengan tiga grafik sekaligus).

2.Tampilan data pada tabel dapat diatur dalam dua pilihan, entry baris demi baris (row-by-row) atau banyak kolom (multiple column).

3.Terdapat menu edit dan auto-save data, tampilan grafik, statistik, dan fitting kurva.

4.Kemampuan memprediksi grafik.

5.Kemudahan dalam membuat skala grafik.

6.Kemudahan dalam memilih dan mengatur data.

7.Fitting kurva linear, kuadratik, natural exponent, dan lain sebagainya.

8.Disediakan text annotation (fitur untuk menambahkan catatan penting pada data hasil eksperimen), selain itu pengguna juga dapat menuliskan judul pada grafik yang telah dibuat.

9.Ekspor grafik dan data ke perangkat lainnya.

Referensi:

Vernier. 2016. http://www.vernier.com/.

Pemanfaatan TIK dalam Metode Pembelajaran Discovery Learning

Leave a comment

Sumber: https://onlineacademiccommunity.uvic.ca/learningdesign/2015/06/19/discovery-learning/

Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi salah satunya ditujukan guna menangani kekurangan media konvensional yang dari segi fungsi dipandang tidak lagi mencukupi kebutuhan pembelajaran. Disamping itu, perangkat media pembelajaran berbasis TIK dikenal memiliki beragam kecanggihan. Perangkat teknologi terbaru yang ada saat ini bersifat ringkas dan mudah dibawa (portable and mobile), dan memiliki kemampuan yang handal untuk menampilkan materi pembelajaran dalam bentuk multimedia digital, sehingga dengan seluruh keunggulan ini akan mendukung proses dan suasana pembelajaran yang dinamis, interaktif, dan efisien.

Melalui aktifitas belajar, peserta didik mengkonstruksi dalam stuktur kognitif mereka, pengetahuan baru yang diperoleh dengan mengkaitkan antara kondisi dan pengetahuan awal dengan pemahaman dan pengembangan daya nalar peserta didik terhadap pengetahuan yang berasal dari lingkungan sekitarnya.
Sedangkan esensi dari pembelajaran adalah upaya sistematis memperoleh pengetahuan sehingga terjadi proses interaksi multi arah yang di dalamnya terjadi proses penemuan dan pembentukan struktur kognitif peserta didik.

Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi diyakini dapat lebih melibatkan peserta didik disamping mengasah dan mengembangkan keterampilan ilmiahnya. Dengan keterlibatan yang riil, subjek pembelajaran secara mandiri mengkonstruksi pengetahuan dan mengembangkan daya nalar dan pemahaman konseptualnya melalui berbagai kegiatan pembelajaran, eksperimen ilmiah, dan lain sebagainya dengan memanfaatkan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik.

Perangkat media pembelajaran berbasis TIK saat ini sangat mudah dikoneksikan atau dipasangkan (paired) antarmuka (interface) menggunakan jaringan internet atau nirkabel (bluetooth dan infrared). Konektifitas ini sangat menguntungkan bagi pengguna, karena jarak tidak lagi menjadi kendala yang berarti. Selain itu, mencermati perkembangan perangkat teknologi terbaru seperti laptop, smartphone, dan tablet kita melihat dimensi fisiknya semakin mengecil dari waktu ke waktu, yang menjadikan perangkat-perangkat tersebut semakin mudah digunakan dan dibawa kemana saja.

Salah satu software yang kerap dimanfaatkan sebagai media pembelajaran fisika adalah Logger Pro. Logger Pro dilengkapi dengan fitur data logging dan data sharing. Fitur ini memungkinkan pengguna mengumpulkan (logging) dan sharing data secara mobile (mobile data logging), dari komputer utama (data sharing source) ke berbagai perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Data yang telah di logging berupa grafik, teks atau angka selanjutnya di share secara nirkabel ke perangkat mobile milik peserta didik.

Dengan metode pembelajaran Discovery Learning berbantuan perangkat TIK, siswa aktif dalam setiap proses pembelajaran, melakukan percobaan dan pengamatan ilmiah untuk menemukan sendiri pengetahuan fisika, dan tidak sekedar pasif menerima fisika berupa produk jadi atau hasil final. Sehingga dengan cara tersebut pembelajaran akan benar-benar menumbuhkan kebermaknaan (meaningful learning).

Dengan menggunakan perangkat mobile yang saling terhubung, peserta didik melakukan analisis data hasil eksperimen  Peserta didik dibimbing untuk menjalankan eksperimen, mengoperasikan berbagai perangkat TIK , melakukan pengamatan, menyusun dugaan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah mengasah keterampilan ilmiah dan mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik peserta didik dalam penerapan metode pembelajaran Discovery Learning.

*) This article is only an excerpt.

World Bank: Pemanfaatan TIK dalam Pendidikan

Leave a comment

world_bankPada tahun 2011, World Bank (Bank Dunia) meluncurkan sebuah program yang memuat sejumlah terobosan inisiatif baru dalam rangka membangun database global kebijakan internasional lintas negara dalam  kaitannya dengan pemanfaatan TIK di dunia pendidikan.

Salah satu tujuan dari program yang digagas dan dikembangkan secara berkesinambungan oleh Bank Dunia pada beberapa tahun belakangan ini adalah mendorong dan membantu para pembuat kebijakan di masing-masing negara untuk merumuskan skema penilaian dan standar operasional pemanfaatan TIK dalam pendidikan dengan mengacu pada negara-negara lain sebagai pembanding di seluruh dunia.

Dengan terbangunnya jaringan database global kebijakan internasional dalam pemanfaatan TIK di dunia pendidikan yang sejalan dengan program tersebut, World Bank memiliki wewenang untuk melaksanakan monitoring, dan evaluasi implementasi pemanfaatan TIK dalam mendukung kemajuan pendidikan di masing-masing negara. Disamping itu, misi World Bank dalam program ini adalah memberikan bantuan teknis dan non teknis bagi negara-negara yang masih minim sarana prasarana IT dan masih kurang memanfaatkan TIK agar mampu mensejajarkan dirinya dengan negara lain di dunia.

ict-exhibSebagai bagian dari proses ini, SABER-ICT, –informasi mengenai SABER-ICT silakan klik di sini– yang dimaksudkan sebagai perangkat penilaian utama dalam skema pendekatan sistem (system approach) mengenai sejauh mana keberhasilan program pada level perumusan kebijakan, telah merumuskan beberapa kriteria standar acuan program dan pelaksanaannya di lapangan sesuai dengan beberapa domain kebijakan utama, topik dan karakteristik dari program tsb sebagai berikut:

1 Vision and Planning
1.1 Vision and overall goals
1.2 Linkages between ICT in education policy and other sectoral policies
1.3 Public funding and expenditure for ICT in education
1.4 Institutional arrangements
1.5 Public Private Partnerships (PPP) on ICT in education

2 ICT Infrastructure
2.1 Electricity supply
2.2 ICT equipment & related networking infrastructure
2.3 Technical support & maintenance
2.4 e-Waste

3 Teachers
3.1 Teacher training and professional development (including pre-service and in-service) on ICT –related topics
3.2 ICT-related teacher competency standards
3.3 Teacher networks/ resource centers for teachers
3.4 School leadership training, professional development and competency standards

4 Skills and competencies
4.1 ICT literacy/digital competency
4.2 Non-formal education/lifelong learning/vocational education

5 Learning resources
5.1 Digital content/digital learning resources (DLR) and curriculum

6 EMIS
6.1 ICT use in management of the education system (EMIS)

7 Monitoring and evaluation, assessment, research and innovation
7.1 Monitoring ICT use and evaluating its impact
7.2 ICT use in assessment
7.3 Innovation, research and development

8 Equity, inclusion and safety
8.1 “Pro-equity” provisions and approaches
8.2 Digital ethics, safety and citizenship

x Cross-cutting themes
x.1 Distance education / distance learning
x.2 Mobile learning
x.3 ECD (early childhood development)
x.4 OER (open educational resources)
x.5 Community involvement
x.6 Data privacy

Hasil perumusan World Bank terkait pemanfaatan TIK dalam pendidikan akan mulai muncul di tahun 2013.

Kunjungi laman World Bank-ICT, klik tautan ini.

Manfaat Internet bagi Pendidikan

Leave a comment

Manfaat internet tak dapat terpisahkan lagi khususnya di era globalisasi seperti sekarang ini. Tuntutan untuk terus memperbaharui pengetahuan tanpa mengenal batas ruang dan waktu menuntut para pelajar serta guru untuk terus mencari informasi melalui media apa saja salah satunya adalah internet. Bagi anda yang belum tau apa itu internet, disini kami akan memberikan sedikit pengetahuan tentang internet.

Internet merupakan singkatan dari Interconnection Networking. Secara pengertian internet adalah sistem yang secara global menghubungkan seluruh jaringan komputer yang menggunakan standar Internet Protocol Suite sebagai sistem penghubungnya. Internet pertama kali ditemukan pada tahun 1962 oleh seseorang yang bernama J.C.R Licklider -biografi lengkapnya klik di sini – yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat. Ia mengemukakan bahwa interaksi sosial dapat dilakukan secara global melalui jaringan komputer massal. Konsep ini kemudian dikenal dengan sistem kerja Galactic Network.

Seiring dengan perkembangan zaman koneksi internet semakin maju pesat setelah tahun 1994 dimana jaringan internet telah memiliki 3000 halaman. Dengan banyaknya halaman yang bisa diakses. tentu saja internet sangat berharga bagi perkembangan pendidikan. Untuk itu dalam artikel kali ini, kami akan mencoba untuk memaparkan apa saja manfaat internet bagi pendidikan.

Manfaaat Internet Bagi  Pendidikan

apple macbookJika membicarakan apa saja manfaat internet bagi pendidikan maka akan sangat banyak sekali yang bisa disebutkan. Salah satunya adalah sebagai sumber referensi untuk pembelajaran. Walaupun belum tentu dapat dipercaya keakuratan informasinya, akan tetapi dengan adanya internet , hal ini sangat membantu para pelajar untuk mempermudah mencari referensi belajar.

Sebelum internet ditemukan, para pelajar harus mencari segala sumber belajar dari perpustakaan dengan terlebih dahulu bersusah payah mencari sumber dari beratus-ratus tumpukan buku di perpustakaan. Dan kini setelah ditemukannya internet, pelajar lebih praktis dalam mencari sumber belajarnya. Dengan tersedianya E-book yang bisa didownload gratis di internet, pelajar tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli buku cetak.

Manfaat internet bagi pendidikan yang lainnya adalah memudahkan berlangsungnya komunikasi pemerintah pendidikan pusat dengan daerah. Hal ini tentu saja memudahkan pemerintah pusat untuk mendapatkan data pendidikan dari daerah sehingga akan sangat memudahkan pemerintah untuk mendata kemajuan pendidikan daerah sehingga mereka dapat melakukan evaluasi pendidikan secara cepat dan tepat.

Selain itu manfaat  yang lainnya adalah mempermudah pembelajaran jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan E-learning. Pelajar tak perlu menemui guru mereka dengan cara bertatap muka. Mereka bisa langsung mengakses halaman E-learning sekolah untuk mengkonsultasikan kesulitan dalam belajar. Sistem ini sangat menguntungkan bagi guru dan pelajar karena mereka dapat menghemat waktu tanpa perlu bertemu dan bertatap muka.

Manfaaat Internet Bagi Mahasiswa

Bagi para pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, manfaat Internet bagi pendidikan akan sangat terasa karena internet juga bisa menjadi pusat informasi yang lengkap. Universitas di luar negeri biasanya memberikan pengumuman beasiswa melalui official webnya. Pelajar cukup mengakses alamat web untuk mengetahui persyaratan apa saja yang harus dilengkapi tanpa harus repot-repot pergi ke luar negeri hanya untuk mendaftar kuliah disana.

Para pelajar juga akan sangat diuntungkan dengan adanya email atau elektronik mail. Pelajar dan mahasiswa bisa berbagi file secara aman dengan mengirim atau mendownload file tugas yang diberikan oleh dosen maupun guru. Dan akhirnya manfaat internet bagi pendidikan akan lebih terasa lagi ketika para pelajar ataupun mahasiswa hendak melihat nilai akademiknya. Cukup membuka halaman web kampus atau sekolah, hasil nilaipun bisa langsung dilihat tanpa harus repot mengurus ke sekolah atau kampus yang bersangkutan.

Demikianlah informasi tentang manfaat internet  khususnya di bidang pendidikan. Kami berharap informasi tersebut akan menjadi tambahan pengetahuan anda tentang manfaat internet bagi pendidikan.

Sumber: http://manfaatinternet.net/manfaat-internet-2/manfaat-internet-bagi-pendidikan

UNESCO: TIK dalam Pendidikan

Leave a comment

unescoPemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan diyakini telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan. Dengan pemanfaatan TIK akan membuka dan menyediakan akses seluas-luasnya di bidang pendidikan, kesetaraan pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Disamping itu, pemanfaatan TIK akan mendorong peningkatan profesionalisme tenaga pengajar serta tumbuh kembangnya manajemen, tata kelola dan administrasi pendidikan yang lebih baik, bermutu dan efisien.

UNESCO sebagai institusi resmi di bawah United Nations (PBB) yang menangani bidang pendidikan dan kebudayaan  menyadari akan pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) didalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, UNESCO telah secara aktif merespon tantangan dan persoalan dunia pendidikan, dengan mengambil model pendekatan holistik dan komprehensif yaitu memperkenalkan aplikasi dan integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dunia pendidikan ke seluruh negara di dunia.

Persoalan utama sekaligus tantangan global terkait pemanfaatan TIK dalam mendukung kemajuan pendidikan menurut UNESCO saat ini adalah: (1) peningkatan aksesibilitas pendidikan, (2) peningkatan kualitas pendidikan serta (3) sangat minimnya pemanfaatan TIK dalam pendidikan. Untuk menjawab ketiga persoalan tersebut, UNESCO telah menginisiasi dan mendesain sebuah platform program aksesibilitas dan pemanfaatan TIK di bidang pendidikan yang bersifat lintas sektoral dan berfokus pada isu-isu pendidikan, bekerjasama dengan tiga sektor lainnya yakni: komunikasi dan informasi, pendidikan, dan science/sains.

unesco kids hanging phoneKantor, institusi, dan mitra kerja UNESCO’s global network telah mempersiapkan dan menyediakan layanan sumberdaya (resources) bagi negara-negara anggota yang dimaksudkan sebagai wahana elaborasi dan sharing pemanfaatan TIK dalam kebijakan, strategi, dan aktivitas pendidikan.

Untuk membantu efektifitas program ini, UNESCO mendirikan UNESCO Institute for Information Technologies in Education (IITE) yang berpusat di Moskow (Rusia). UNESCO IITE adalah sebuah lembaga kajian pemanfaatan TIK dalam pendidikan berskala internasional yang mengkhususkan diri dalam pertukaran informasi, penelitian, dan pelatihan integrasi TIK dalam pendidikan.

Di tempat yang lain, kantor perwakilan UNESCO di Bangkok (Thailand) yang membawahi wilayah kerja Asia dan negara-negara di Samudera Pasifik, selama beberapa tahun terakhir telah melibatkan diri secara penuh dalam berbagai kegiatan dan upaya-upaya sistematis mendorong pemanfaatan TIK di bidang pendidikan di negara-negara yang bersangkutan.

Kunjungi website UNESCO: http://unesco.org/new/en/unesco/themes/icts/

Older Entries