Menurut McGriff (2000) model pengembangan ADDIE dalam proses pembelajaran dapat dengan mudah direalisasikan dalam sebuah kegiatan belajar melalui satu pendekatan sistematis yang dikenal dengan istilah: Desain Sistem Instruksional  atau dalam bahasa Inggris juga dikenal dengan istilah: Instructional System Design.

Tujuan desain instruksional pembelajaran pada dasarnya adalah menciptakan suatu kondisi pembelajaran yang berpusat pada diri siswa (student centered), dengan tujuan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, alih-alih sebuah metode pembelajaran klasik (kuno) yaitu biasanya menerapkan metode konvensional yang berpusat pada guru (teacher centered). Hal ini berarti bahwa pada setiap komponen instruksional pembelajaran yang menyusun model pembelajaran ini sangat terkait erat dengan outcomes pembelajaran yang dihasilkan dari penerapannya di lapangan.

Namun demikian desain instruksional pembelajaran ini akan efektif diterapkan apabila dapat dibarengi dengan upaya merumuskan kebutuhan pembelajaran dalam tahap sebelumnya melalui analisis yang mendalam akan kebutuhan peserta didik dalam kegiatan belajarnya.

Langkah-langkah model pengembangan ADDIE terdiri dari dua komponen utama yaitu:

1) tugas/kegiatan (sample tasks)

2) hasil (sample output),

selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel ADDIE

Sumber: McGriff (2000)

Referensi:

McGriff, S. J. 2000. Instructional System Design (ISD): Using the ADDIE Model.

https://www.lib.purdue.edu/sites/default/files/directory/butler38/ADDIE.pdf

Advertisements