s-l300

Source: http://www.ebay.com/itm/NEW-The-Meaning-of-Learning-and-Knowing-by-Erik-Jan-Van-Rossum-Hardcover-Book-E-/361464611740

Van Rossum & Hamer (2010) dalam buku berjudul “The Meaning of Learning and Knowing” mengungkapkan sebuah pandangan dari pakar pendidikan dan pembelajaran yaitu Pratt (1992),  disebutkan bahwa cara pandang peserta didik terhadap suatu konsep pembelajaran memegang peranan penting di dalam membentuk perilaku belajar peserta didik itu sendiri. Hal ini karena menurut Pratt, seorang pembelajar hanya  melakukan kegiatan belajar dan memahami lingkungan sekitarnya hanya melalui lensa konsepsi yang dibentuknya sendiri, lalu secara mandiri pembelajaran yang dilakukan disimpulkan melalui interpretasi dan mengambil tindakan berdasarkan pemahaman atas lingkungan sekitarnya itu.

Saljo (1979) dalam Van Rossum & Hamer (2010) dan Scales (2013), melakukan sebuah penelitian terkait dengan konsepsi pembelajaran yang dibentuk dari sudut pandang peserta didik. Dari hasil penelitian tersebut Saljo dapat mengklasifikasikan lima kategori konsepsi pembelajaran yaitu sebagai berikut:

1.Learning as the increase of knowledge
Pembelajaran dipandang sebagai proses semakin bertambahnya pengetahuan. Proses pembelajaran berkaitan dengan aktivitas mengumpulkan berbagai macam pengetahuan. Hasil dari metode pembelajaran ini adalah kumpulan pengetahuan yang terpisah-pisah (fragmentary pieces of knowledge).

2.Learning as memorizing
Pembelajaran merupakan aktivitas mengingat. Pembelajaran dimaknai sebagai aktivitas mengingat (memorizing) dan kemampuan seorang pembelajar dalam mereproduksi pengetahuan yang diperolehnya dalam bentuk ingatan. Pembelajaran dengan teknik mengingat biasanya cukup berguna pada situasi menjelang tes sekolah.

3.Learning as the acquisition of facts, procedures etcetera, which can be retained and/or utilised in practice
Pembelajaran diartikan sebagai sebuah aktivitas untuk memperoleh fakta, prosedur, dan sejenisnya. Pengetahuan yang diperoleh dari aktivitas pembelajaran ini dapat terus melekat dalam ingatan seorang pembelajar atau dalam penerapannya yang lain dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4.Learning as the abstraction of meaning
Pembelajaran sebagai aktivitas menggeneralisasi konsep-konsep abstrak sehingga menjadi bentuk yang lebih konkret. Fokus pembelajaran beralih dari mengambil sesuatu yang sudah jadi (misalnya fakta atau prosedur kerja) menuju ke tingkat proses berpikir yang lebih tinggi yaitu merekonstruksi makna.

5.Learning as an interpretative process aimed at the understanding of reality
Pembelajaran sebagai proses interpretatif  dimana tujuan akhir (ultimate goals) dari metode pembelajaran ini adalah untuk memahami hakikat/realitas. Outcome  atau keluaran proses pembelajaran ini dalam diri seorang pembelajar yaitu terealisasi dalam kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, memiliki pandangan dunia (world view) yang khas, serta kemampuan menafsirkan realitas yang relevan dengan situasi dan kondisi yang gayut dengan konteks, sehingga simpulan-simpulan ilmiah tafsir hasil pembelajaran lebih bersifat personal dan kontekstual.

Referensi:

Van Rossum, E. J. & Hamer, R. 2010. The Meaning of Learning and Knowing. Rotterdam: Sense Publisers.

Advertisements