Model pengembangan ADDIE  merupakan akronim dari: Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Langkah-langkah model pengembangan ADDIE dicirikan sebagai sebuah pendekatan sistemik-generik, yang juga dapat dijumpai penerapannya di bidang rekayasa perangkat lunak (software) maupun desain produk. Ciri lainnya dari model pengembangan ini adalah bersifat sistematik dimana output proses sebelumnya menjadi input bagi proses berikutnya (Molenda, 2003).

Menurut Molenda, Reigeluth & Nelson (2003) model pengembangan ADDIE dimulai dengan melakukan analisis (analysis) kebutuhan, yakni kegiatan mensurvei lingkup pengembangan untuk menentukan hal-hal apa saja yang menjadi prioritas dan tujuan pengembangan. Tahap desain (design), adalah tahap dimana tujuan pengembangan dirancang dalam bentuk blueprint (rancang bangun). Pada tahap pengembangan (development), blueprint kemudian diwujudkan dengan menggunakan material berupa prosedur atau peralatan yang spesifik. Pada tahap implementasi (implementation), prosedur atau peralatan yang telah disusun lalu direalisasikan secara nyata dalam lingkup pengembangan. Tahap evaluasi (evaluation), adalah tahap dimana pengembang melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana keterlaksanaan pengembangan dengan mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada tahap ini revisi dapat dilakukan pada hal-hal yang dipandang perlu. Adapun skema model pengembangan ADDIE tampak pada gambar di bawah ini:

Bagan ADDIE edit

(Sumber: Sink, 2014)

 

Dengan ciri sistemik-generik dan memiliki cakupan yang luas pada berbagai bidang, model pengembangan ADDIE dapat diaplikasikan sebagai prosedur untuk mengembangkan metode pembelajaran konstruktivistik. Teori dan strategi pembelajaran yang diderivasi dari Instructional System Design (ISD) atau Desain Sistem Instruksional, termasuk di dalamnya model ADDIE dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membantu praktisi atau penyelenggara pendidikan mengembangkan desain instruksional pembelajaran yang optimal sehingga dapat lebih memotivasi peserta didik dalam menyerap pengetahuan, keterampilan dan pengalaman (Sink, 2014).

Penerapan model pengembangan ADDIE melalui pendekatan pembelajaran konstruktivistik diharapkan dapat mewujudkan lingkungan pembelajaran yang merefleksikan pengalaman sehari-hari (real-world experiences) sehingga akan mendukung kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien (Sink, 2014). Model ADDIE dan teori pembelajaran tampak pada gambar berikut ini:

ADDIE pembelajaran edit(Sumber: Sink, 2014)

Referensi:

Molenda, M. 2003. In Search of the Elusive ADDIE Model. Performance Improvement, Vol. 42 No 5, May/June 2003, pp. 34 – 36.

Molenda, M., Reigeluth, C. M., & Nelson, L. M. 2003. Instructional Design in L. Nadel (Ed.), Encyclopedia of Cognitive Science (Vol. 2, pp. 574-578). London: Nature Publishing Group.

Sink, Darryl L. 2014. Design Models and Learning Theories for Adults. American Society for Training and Development. Halaman 181 – 199.

Advertisements