Perangkat mobile (mobile device) telah semakin mudah dijumpai dimanapun (ubiquitous) di berbagai belahan dunia. Dengan kemampuan komputasi portable di tangan siapa saja, tiba waktunya kini memanfaatkan perangkat mobile di bidang pendidikan. Di sisi lain, pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK dalam skala global telah melewati proses yang cukup panjang dengan berbagai hasilnya.

Dalam konteks tersebut di atas, perangkat mobile adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar media pembelajaran berbasis TIK (Goundar, 2011). Ketersediaan jaringan mobile dan persebarannya di negara-negara berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan yang sangat pesat. Saat ini 68% jaringan mobile telah terinstalasi di seluruh negara berkembang dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 10% per tahun (ITU dalam Goundar, 2011).

Menurut Goundar, pertumbuhan jaringan mobile yang pesat seperti dikemukakan di atas, seharusnya dapat diikuti dengan peningkatan pemanfatan media pembelajaran berbasis perangkat mobile. Pengajaran dan pembelajaran harus dapat diselenggarakan dimana saja dan kapan saja guru dan peserta didik siap. Dengan dukungan fleksibilitas perangkat mobile, pencanangan target pendidikan untuk semua (getting everyone educated) menjadi semakin terbuka peluang ke arah sana ketika kendala waktu dan tempat dalam proses penyelenggaraan pendidikan telah teratasi.

Dixon & Tierney (2012) dalam Stavert (2013) telah menyusun diagram taksonomi kemampuan komputasi beberapa jenis perangkat mobile media pembelajaran yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Computer Taxonomy

Taksonomi Kemampuan Komputasi Perangkat Mobile
(Sumber: Dixon & Tierney, 2012; dalam Stavert, 2013)

Memperhatikan taksonomi di atas, dapat disimpulkan bahwa perangkat mobile jenis tablet PC, juga populer dengan istilah slate, yang dilengkapi dengan pena digital (stylus) memiliki potensi kemampuan komputasi yang paling baik guna mendukung pembelajaran dibanding perangkat mobile lainnya dalam hal: kemampuan menulis note menggunakan pena digital, memberikan pengalaman pembelajaran remote (jarak jauh) yang intuitif dan alamiah, menampilkan peta konsep, membuat prototype dan menampilkan visualisasi berpikir kompleks secara cepat, mudah, dan jelas.

Referensi:

Goundar, Sam. 2011. What is the Potential Impact of Using Mobile Devices in Education? Proceedings of SIG GlobDev Fourth Annual Workshop, Shanghai, China. 3 Desember, 2011.

Stavert, Bruce. 2013. Bring Your Own Device (BYOD) in Schools. Literature Review. New South Wales: Department of Education and Communities, T4L Program – Information Technology Directorate.

Advertisements