Q : Apabila supervisi kolaborasi sudah menjadi keputusan bersama antara pengawas dan kepala sekolah dan akan dicoba dilaksanakan, apakah para guru bersedia untuk disupervisi oleh pengawas dan kepala sekolah secara bersama-sama?

A : Pada umumnya sikap para guru menyatakan kesiapan dan kesediaannya untuk disupervisi secara bersama-sama oleh pengawas dan kepala sekolah. Hal ini didasari kenyataaan bahwa supervisi itu sendiri sangat dibutuhkan oleh guru guna menunjang peningkatan profesionalisme mereka dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Dimuka telah kami sampaikan bahwa supervisi merupakan salah satu sarana meningkatkan profesionalisme guru. Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan profesionalisme guru, memerlukan adanya standarisasi guru profesional yang terdiri atas:

1) kualifikasi akademik: yaitu ijazah jenjang pendidikan/akademik yang harus dimiliki oleh guru atau dosen sesuai dengan jenis, jenjang, dan satuan pendidikan formal di tempat penugasan. Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat dari perguruan tinggi terakreditasi.

2) Kompetensi: adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Kompetensi telah menjadi tuntutan profesionalisme, karena dengan memiliki kompetensi, khususnya dalam penguasaan materi dan metode pembelajaran akan sangat mendukung setiap aktivitas pembelajaran dan transfer pengetahuan.

3) Sertifikasi: adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru profesional, dimana sertifikat pendidik adalah bukti formal pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional dan telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi dimaksudkan guna mengukur dan menilai tingkat profesionalisme dan kompetensi tenaga pengajar. Sertifikasi adalah bukti legal formal bahwa guru yang bersangkutan telah memiliki kriteria, kapasitas, dan kapabilitas yang memadai untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari.

Strategi supervisi kolaboratif, melibatkan pengawas dan kepala sekolah secara bersama-sama mensupervisi guru. Tidak seperti supervisi klinis yang diberikan oleh kepala sekolah secara mandiri, dalam supervisi kolaboratif pengawas terlibat secara aktif, mengambil peran yang signifikan dalam berbagai kesempatan pelaksanaan supervisi.

Dari sudut pandang supervisi kolaboratif, supervisi yang dilaksanakan oleh kedua belah pihak diarahkan untuk memberikan bantuan teknis dan layanan supervisi yang lebih spesifik, intensif dan sesuai kebutuhan guru. Jalinan kerjasama antara kedua belah pihak diharapkan akan menghasilkan sinergi dan pola kerjasama yang kuat dalam menjalankan setiap tugas supervisi dan memecahkan setiap persoalan yang dihadapi.

Sosok Kepala Sekolah secara personal dan institusional dianggap memiliki kedekatan khusus dengan para guru. Biasanya Kepala Sekolah diposisikan sebagai yang “dituakan” oleh para guru. Dengan kewenangannya, Kepala Sekolah diharapkan secara mandiri dapat melaksanakan supervisi klinis  yang intensif dan semakin membina kedekatan yang sudah ada. Di sisi lain, pengawas sebagai pihak di luar sekolah sekiranya dapat menularkan keterampilan, wawasan dan pengalaman supervisi yang diperolehnya dari berbagai sekolah yang ia kunjungi.

Strategi supervisi yang hendak dibangun menekankan kolaborasi antara model pembimbingan dan dialog dengan model supervisi direktif yang umumnya berupa pengarahan langsung atau perintah-perintah. Supervisor mendengarkan secara langsung kebutuhan dan keluhan guru kemudian dari berbagai persoalan yang ada akan diupayakan solusinya secara bersama-sama.

Hal tsb dalam pelaksanaannya telah sesuai dengan model pendekatan supervisi kolaboratif,  yang menggabungkan antara pendekatan direktif dan non direktif menjadi sebuah pendekatan baru yang bernuansa humanis dan menempatkan supervisor (pengawas dan kepala sekolah) dan supervisee (guru) dalam sebuah pola kerjasama yang efektif sehingga akan terbina suasana yang lebih akrab dan harmonis.

 

Advertisements