446

Tulisan berikut akan membahas mengenai strategi pembelajaran. Pembahasan dalam tulisan ini mengacu pada perspektif analisis data statistik pendidikan. Tulisan ini merupakan rangkuman pembahasan  atas beberapa sampel kasus penelitian, dalam upaya penulis mengidentifikasi berbagai variabel yang mempengaruhi prestasi belajar peserta didik . Pemahaman yang memadai atas variabel-variabel  tersebut diharapkan dapat membantu merumuskan strategi pembelajaran yang tepat dan efektif guna mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

Data kuantitatif statistik pendidikan dari beberapa sampel penelitian kemudian dianalisis menggunakan bantuan software SPSS 17. Langkah selanjutnya adalah analisis dan deskripsi kualitatif untuk mengurai pokok permasalahan pembelajaran yang kerap ditemui di lapangan dan pada kenyataannya sangat dipengaruhi oleh berbagai variabel yang saling terkait satu dengan lainnya. Faktor tersebut berasal dari peserta didik, tenaga pendidik maupun beragam faktor lainnya yang tidak tercakup dalam penelitian ini.

Selanjutnya melalui pembahasan ini penulis bermaksud mengungkap titik-titik kelemahan dan kendala penyelenggaraan pendidikan  yang kerap menjadi permasalahan pelik yang penulis dapat simpulkan dari beberapa kasus penelitian tsb. Sekiranya pemecahan masalah yang hendak disodorkan dalam tulisan ini dapat menjadi masukan bagi perbaikan dan pengembangan dunia pendidikan sehingga dapat dirumuskan sebuah strategi pembelajaran yang tepat dan efektif di masa mendatang.

Strategi Pembelajaran adalah seperangkat kebijaksanaan yang terpilih, yang telah dikaitkan dengan faktor yang menentukan warna atau strategi tersebut, yaitu : a) Pemilihan materi pelajaran (guru atau siswa), b) Penyaji materi pelajaran (perorangan atau kelompok, atau belajar mandiri), c) Cara menyajikan materi pelajaran (induktif atau deduktif, analitis atau sintesis, formal atau non formal), d) Sasaran penerima materi pelajaran (kelompok, perorangan, heterogen, atau homogen.Secara umum terdapat dua strategi pembelajaran yaitu 1) strategi yang diarahkan pengajar atau Teacher-Directed Strategies 2) Strategi yang terpusat pada mahasiswa Student-Directed Strategies.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat  pengaruh/kontribusi yang signifikan antara penerapan strategi pembelajaran interaktif model simulasi terhadap peningkatan nilai akhir mata kuliah rangkaian listrik mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Elektro FT-UNM Makassar. Variabel pembelajaran interaktif menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil pembelajaran. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran interaktif mampu meningkatkan prestasi belajar siswa bila dibanding dengan strategi/metode pembelajaran konvensional.

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional (UU RI No. 14 Tahun 2005 dalam Depdiknas,2004). Berdasarkan pengertian tersebut di atas, sertifikasi guru dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian pangakuan bahwa seseorang telah memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi. Dengan kata lain sertifikasi guru adalah proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang sebagai landasan pemberian sertifikat pendidik (UU RI No. 14 Tahun 2005 dalam Depdiknas, 2004).

Sertifikasi kerja guru merupakan kunci untuk menuju kesuksesan, apapun profesi kita, terlebih lagi seorang guru, sertifikasi kerja sangat dituntut, agar tercapai tujuan yang diharapkan, disamping itu guru merupakan contoh bagi para siswa, oleh karena itu guru harus menujukkan sikap dan perilaku yang terpuji yang senantiasa dapat ditiru dan diteladani dengan sebaik-baiknya oleh para siswa. Dalam kaitannya dengan prestasi siswa, sertifikasi kerja guru sangat menunjang prestasi gemilang, guru yang taat pada aturan atau sertifikasi dalam tugas sudah pasti akan membawa hasil yang memuaskan, terutama dalam prestasi belajar siswa.

Guru merupakan pokok yang perlu di utamakan dan tingkatkan kemampuannya, sehingga citra sekolah sebagai lembaga pendidikan makin nampak pada output yang akan dihasilkannya. Dengan memperoleh sertifikasi, kinerja guru akan meningkat sehingga prestasi siswa meningkat pula. Namun dalam pelaksanaannya, sertifikasi dalam bentuk penilaian portofolio memberi banyak peluang pada guru untuk menempuh jalan pintas.

Hal ini disebabkan profesionalisme guru diukur dari tumpukan kertas. Indikator inilah yang kemudian memunculkan hipotesis bahwa pelaksanaan sertifikasi dalam wujud penilaian portofolio tidak akan berdampak sama sekali terhadap kinerja guru, apalagi terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional. Di samping berbagai pertimbangan tsb dan berkaca pada pelaksanaan sertifikasi negara-negara maju, terutama dalam bidang pendidikan, peningkatkan mutu pendidikan hanya dapat dicapai dengan pola-pola dan proses yang tepat. Pola-pola instan hanya akan menghambur-hamburkan dana dan waktu sedangkan apa yang menjadi substansi sama sekali tidak tersentuh.

Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan pentingnya sertifikasi guru dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan output analisis SPSS yang memperlihatkan hasil kuantitatif yang cukup signifikan dengan tingkat signifikansi dan hubungan/korelasi yang nyata antara status guru yang bersertifikat dengan kapasitas dan kapabilitasnya didalam meningkatkan prestasi belajar fisika peserta didik.

Penelitian yang dilakukan Christella dkk (2013) memaparkan bahwa secara keseluruhan pada beberapa kelas/sampel yang diuji tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara tambahan pelajaran dengan prestasi belajar siswa. Hal ini sesuai dengan output analisis yang menunjukkan tidak adanya signifikansi antara penambahan jam pelajaran dengan prestasi siswa. Sementara penelitian Nur Faizah (2010) menyimpulkan hasil yang berbeda dimana penambahan kegiatan belajar dalam bentuk pemberian bimbingan belajar/tambahan jam pelajaran akan meningkatkan prestasi belajar.

Penelitian Retno Dwi Palupi (2009) diperoleh hasil bahwa motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar siswa, sehingga siswa yang termotivasi akan meningkat prestasi belajarnya. Sementara itu, hasil analisis terhadap data statistik pendidikan menunjukkan tidak adanya perbedaan prestasi siswa yang disebabkan oleh motivasi siswa dalam mempelajari fisika. Terdapat perbedaan antara analisis output SPSS dengan kajian referensi.

Dapat ditambahkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh Ria Rusdiana (2009) menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi siswa dengan prestasi belajar. Diperoleh hasil analisis sebagai berikut: pada variabel motivasi belajar, yakni 13.5% siswa dengan motivasi positif pada kategori tinggi, 73.6% siswa dengan motivasi dalam kategori sedang dan 10.2%. Siswa dengan motivasi negatif dalam kategori rendah. Sedangkan pada varibelprestasi belajar, yakni siswa dengan prestasi tinggi sebesar 98,30%, siswa denganprestasi sedang sebesar 1,69%, dan siswa dengan prestasi rendah sebesar 0%.

Hasil analisis uji hipotesis dalam beberapa kasus penelitian yang menjadi bahan pembahasan dalam tulisan ini, diperoleh hubungan yang signifikan yaitu sebesar 1,350 atau hubungan yang berpengaruh hingga 1,350% (Sig F = 0.000; sig = 0.000 <0.05. Nilai ini dapat diartikan bahwa semakin positif motivasi belajar siswa maka semakin besar pula prestasi belajar siswa.

Analisis kovariat Nilai UAN IPA SMP dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar fisika masih sangat sedikit bahan kajian dan referensi yang meneliti hubungan antara kedua variabel/kovariat tersebut. Mengingat keterbatasan ini, penulis mengacu pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rusylia (2012) . Hasil penelitian Rusyla memaparkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara nilai UAN IPA Terpadu dengan prestasi belajar Biologi siswa Kelas X MA.

Penulis  menyadari bahwa mata pelajaran biologi yang menjadi objek penelitian dalam kajian referensi di atas berlainan dengan maksud dan tujuan awal penelitian ini. Kendati demikian, hal tersebut masih dapat dimaklumi mengingat antara ilmu fisika dan biologi masih berada dalam satu rumpun ilmu pengetahuan yang sama yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara itu output analisis data oleh software SPSS justru menunjukkan kesimpulan yang berbeda, yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara nilai UAN IPA siswa terhadap prestasi belajar fisika di SMA.

Daftar Referensi:

  1. .http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/nurhidayati-spd-m-hum/ppm-metode-pembelajaran-fix.pdf
  2. http://www.ft-unm.net/medtek/Jurnal_Medtek_Vol.2_No.1_April_2010/Nasir%20MAlik.pdf
  3. http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Article-23931-Abdul%20Halim.pdf
  4. http://setifikasigurudandosen.blogspot.com/2010/09/pengaruh-sertifikasi-guru-terhadap-mutu.html
  5. http://skripsi.fip.um.ac.id/hubungan-antara-persepsi-tentang-jam-pelajaran-tambahan-dan-prestasi-belajar-siswa-kelas-unggulan-dan-reguler-di-smp-laboratorium-universitas-negeri-malang.html
  6. http://digilib.uin-suka.ac.id/5109/
  7. http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/ekonomi-pembangunan/article/view/5623
  8. http://lib.uin-malang.ac.id/?mod=th_detail&id=05410039
  9. http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/141/jtptiain–ruslyautam-7032-1-
Advertisements